Hari ini :


Peduli Itu Indah

Kalau bisa di ibaratkan seperti mobil atau motor, perilaku hidup sebagian orang selalu ingin ngebut. Selalu ingin cepat sampai. Tak peduli dengan urusan warna warni pepohonan yang dilewati. Tak mau tahu dengan pengendara lain yang mungkin tersinggung. Bahkan, tak sadar dengan rambu - rambu jalan yang sempat terlanggar.


Dalam kehidupan seperti itu, mungkin perilaku - perilaku di atas bisa dianggap wajar. Karena seluruh potensi tubuh sedang menuju satu titik : Tujuan atau Target. Satu titik tadi memaksa seluruh komponen tubuh untuk tidak memperhatikan yang lain. kecuali, menjaga kecepatan. Pandangan mata selalu ke depan, pikiran tertuju pada gas dan rem, dan beberapa jari siaga di tombol klakson.


Masih juga dalam kesimpulan wajar jika banyak korban berjatuhan. Mulai dari penyeberang jalan yang tertabrak. Kambing yang tewas di tempat, dan kucing yang hancur tergilas. Sekali lagi wajar, karena pandangan terpusat pada tujuan atau terget.

Ketidakpedulian makin sempurna ketika sejumlah angan merayap memenuhi pikiran. Kalau sudah sampai, saya bisa istirahat panjang. Kalau terget terpenuhi, saya akan dikenal sebagai orang yang berprestasi. Dan seterusnya, dan seterusnya. Angan - angan terus bergumul menenggelamkan kesadaran.

Sebenarnya, kesadaran ingin mengajak si empunya menikmati seribu satu kepedulian. Kepedulian tentang pepohonan jalan yang berteriak kurang air. Kepedulian soal nafas sebagian burung yang terbang dengan nafas tersengal. Dan kepedulian dengan deru mesin kenderaan yang tidak lagi normal.

Kalau saja kesadaran tidak tertimbun angan - angan. Kalau saja fokus tidak saja berpusat pada target. Kalau saja kecepatan laju kenderaan bisa selaras dan seimbang. Ah, kepedulian terasa begitu indah. (MN)

Sumber : SAKSI Edisi No.3 Tahun VII 2004
Gambar diambil dari sini dan juga dari sini


Footnote :

Teng kyu buat kepedulian sobat - sobat semua yang sudah berkunjung ke Blog ini. Thanks for Riema Ziezie atas PR nya. Kayaknya udah pernah aku kerjakan nih PR, baca saja di sini ya.? Salam Maaf buat sobat David dan Erik yang Viral Linking Tag nya belum sempat aku lanjutkan. Thanks juga buat Sobatku, Endonezya Thanks buat Awards nya ya..? Awadrs and PR ini aku dah pernah terima kok. Baca saja di sini. Thanks for all deh pokoknya... Thanks atas kepedulian kalian semua.

33 komentar:

  1. Peduli bukti kita masih memiliki hati nurani..
    Peduli tanda kerendahan hati...
    Peduli menjadikan diri manusia sejati...

    Tapi tak peduli merupakan....
    Bukti hati nurani telah dibutakan...
    Tanda hati penuh kesombongan...
    Menjadikan diri manusia penuh keangkuhan...

    ReplyDelete
  2. sepertinya kalau menggunakan kata 'selalu' kita sudah berlaku kurang adil :) . Insya Allah masih banyak kok sahabat yang mau melambatkan langkahnya dan menengok sekitar.

    ReplyDelete
  3. Peduli sangat dibutuhkan dalam hubungan antar manusia maupun dengan alam.
    Ketidakpedulian mengakibatkan rusaknya hubungan antar manusia dan rusaknya alam

    ReplyDelete
  4. Semakin banyak anak bangsa yang peduli dengan lingkungan sekitarnya , maka bangsa ini akan perlahan2 namun pasti akan bergerak maju selangkah demi selangkah..keren euy artikelnya..salut buat slankers kita yang 1 ini hehehehe...

    ReplyDelete
  5. Malem friend.. Kabar saya baik - baik saja.. Gimana kabar mu? Semoga baik - baik saja juga.. :D


    Udah monyong blum bibirnya? hihihi.. :p

    btw, kita blum tuker link nih.. Saya pasang link nya di blog saya ya...

    ReplyDelete
  6. Yaahh...kepedulian itu sangatlah indah...semua orang menginginkan terciptanya peduli terhadap lingkungan.
    Ada pertanyaan menarik dari artikel ini...
    Bagaimana jadinya jika semua masyarakat peduli terhadap lingkungannya, aturan, etika, bersosialisasi, dll...
    Masihkah perlu undang-undang atau rambu lalu lintas yang mengaturnya!!

    ReplyDelete
  7. Wah posting yang sangat bagus bro. Kepedulian terhadap lingkungan dan makhluknya. Salam dua jari. Tulisan ini sangat menggugah, dan memotivasi bagi yang mau merenung. Salam. Seno.

    ReplyDelete
  8. di jaman sekarang ini
    kalau masih rasa peduli itu ada
    sangat luar biasa.
    Gmn caranya membangkitkan rasa peduli?

    ReplyDelete
  9. luar biasa...betapa ada rasa di blog ini...

    ReplyDelete
  10. bener mas,peduli itu.......
    buka mata,buka hati....

    ReplyDelete
  11. ini yg disebut sikap egois, yg penting tujuan dan kehendaknya saja yg tercapai hingga sering melupakan sikap manusiawi thd orang lain

    kayaknya setiap kita pernah deh melakukan hal ini, cuma dlm porsi yg berbeda2 tentunya. kita bukan malaikat, kan:)

    ReplyDelete
  12. diriku maksimal 40km/jam
    krn saya di jalan yg saya pikirin justru saya pny keluarga mereka juga kalo lalai sedikit saja akan banyak yg merasa kehilangan

    ReplyDelete
  13. Kepedulian pada sesama sudah sangat langka zaman sekarang ini..apa lagi di daerah perkotaan..semuanya hanya mengurus dirinya masing2..sudah seperti hutan rimba..

    ReplyDelete
  14. yup... kepedulian akan sekitar memang sering terlupakan. thanks pencerahannya.

    ReplyDelete
  15. saya lagi belajar untul LEBIH peduli pada sekitar...

    ReplyDelete
  16. gimana dgn bersih itu indah bang??

    ReplyDelete
  17. Sebenarya kesadaran itu sendiri yang sudah mulai luntur!!!!!

    ReplyDelete
  18. peduli adalah wujud rasa turut memiliki, klo sudah punya prasaan itu..pasti semua aman!

    ReplyDelete
  19. peduli..mirip iklan partai politik yach ..xixixiix

    ReplyDelete
  20. Kepedulian bisa bikin kita lebih care terhadap segala sesuatu

    ReplyDelete
  21. Kalau kita memiliki nurani, kita pasti peduli.

    ReplyDelete
  22. berarti peduli itu = alon2 asal kelakon dong bos.....

    sippppppppppppppppppppp.............. rasa peduli lahir dari hati jadi kalo manusia biasa perti kita tidak punya hati (nurani), wahhhhhhh peduli bukan lagi indah tapi susah......

    nice post bos....

    ReplyDelete
  23. seepp mantap niyh... kepedulian membuat qt lebih berarti..

    ReplyDelete
  24. Yup peduli itu memang indah. Seindah cahaya mentari yg peduli trhadap bumi. Seindah bulan yg masih peduli trhadap malam. Seindah bintang yg masih peduli trhadap langit gelap.

    Salam kenal ya... Kunjungan pertama nih.

    ReplyDelete
  25. "Ketidakpedulian makin sempurna ketika sejumlah angan merayap memenuhi pikiran"

    sastranya mulai keluar nih :)

    ReplyDelete
  26. jadi inget waktu di singapore. Di jalanan jarang ada polisi lalu lintas. dan hebatnya pas ada ibu2 nyebrang bawa kereta bayi, dr jauh mobil udah memperlambat kendaraan dan memberi jalan bangi penyeberang jalan. Kapan di Indo bisa begitu ya?

    ReplyDelete
  27. Semuanya tergantung dari pribadi masing-masing dan mungkin semua motor dan mobil di Indonesia dibuat kecepatan max 60 km/jam saja hehe

    ReplyDelete
  28. ayo kita buang ke egoisan kita.....!!!

    ReplyDelete
  29. Kalo anak bangsa ini melakukan satu hal yang berguna setiap hari,.. maka dapat dipastikan negeri ini akan maju,.. andai kepedulian itu hadir,.. maka tak ada jarak antara anak bangsa,.... betoel tidakkk???

    ReplyDelete
  30. lagi blogwalking nich..
    salam kenal..


    cuma mo kenalan aza.
    salam
    mas Aan
    check this out friends
    blogger tutorial
    FREE PORTABLE SOFTWARE
    FREE DOWNLOAD SOFTWARE

    ReplyDelete
  31. memang paling indah kalo kita punya sifat perduli.. :))

    ReplyDelete
  32. dengan kita peduli pada orang lain maka orang pun akan peduli pada kita...mari gemar memberi

    ReplyDelete


  33. nice article thanks to reading your article to my knowledge has increased and hopefully this article can be useful for everyone :)
    Cara mengobati amandel yang bengkak dan sudah parah

    ReplyDelete

Stop SPAM Comments