English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

02 December 2008

PEDULI ITU INDAH

Kalau bisa di ibaratkan seperti mobil atau motor, perilaku hidup sebagian orang selalu ingin ngebut. Selalu ingin cepat sampai. Tak peduli dengan urusan warna warni pepohonan yang dilewati. Tak mau tahu dengan pengendara lain yang mungkin tersinggung. Bahkan, tak sadar dengan rambu - rambu jalan yang sempat terlanggar.


Dalam kehidupan seperti itu, mungkin perilaku - perilaku di atas bisa dianggap wajar. Karena seluruh potensi tubuh sedang menuju satu titik : Tujuan atau Target. Satu titik tadi memaksa seluruh komponen tubuh untuk tidak memperhatikan yang lain. kecuali, menjaga kecepatan. Pandangan mata selalu ke depan, pikiran tertuju pada gas dan rem, dan beberapa jari siaga di tombol klakson.


Masih juga dalam kesimpulan wajar jika banyak korban berjatuhan. Mulai dari penyeberang jalan yang tertabrak. Kambing yang tewas di tempat, dan kucing yang hancur tergilas. Sekali lagi wajar, karena pandangan terpusat pada tujuan atau terget.

Ketidakpedulian makin sempurna ketika sejumlah angan merayap memenuhi pikiran. Kalau sudah sampai, saya bisa istirahat panjang. Kalau terget terpenuhi, saya akan dikenal sebagai orang yang berprestasi. Dan seterusnya, dan seterusnya. Angan - angan terus bergumul menenggelamkan kesadaran.

Sebenarnya, kesadaran ingin mengajak si empunya menikmati seribu satu kepedulian. Kepedulian tentang pepohonan jalan yang berteriak kurang air. Kepedulian soal nafas sebagian burung yang terbang dengan nafas tersengal. Dan kepedulian dengan deru mesin kenderaan yang tidak lagi normal.

Kalau saja kesadaran tidak tertimbun angan - angan. Kalau saja fokus tidak saja berpusat pada target. Kalau saja kecepatan laju kenderaan bisa selaras dan seimbang. Ah, kepedulian terasa begitu indah. (MN)

Sumber : SAKSI Edisi No.3 Tahun VII 2004
Gambar diambil dari sini dan juga dari sini


Footnote :

Teng kyu buat kepedulian sobat - sobat semua yang sudah berkunjung ke Blog ini. Thanks for Riema Ziezie atas PR nya. Kayaknya udah pernah aku kerjakan nih PR, baca saja di sini ya.? Salam Maaf buat sobat David dan Erik yang Viral Linking Tag nya belum sempat aku lanjutkan. Thanks juga buat Sobatku, Endonezya Thanks buat Awards nya ya..? Awadrs and PR ini aku dah pernah terima kok. Baca saja di sini. Thanks for all deh pokoknya... Thanks atas kepedulian kalian semua.

Artikel Terkait:

32 comments:


Tampilkan / Sembunyikan Komentar

Syamsuddin Ideris said...

Peduli bukti kita masih memiliki hati nurani..
Peduli tanda kerendahan hati...
Peduli menjadikan diri manusia sejati...

Tapi tak peduli merupakan....
Bukti hati nurani telah dibutakan...
Tanda hati penuh kesombongan...
Menjadikan diri manusia penuh keangkuhan...

1nd1r4 said...

sepertinya kalau menggunakan kata 'selalu' kita sudah berlaku kurang adil :) . Insya Allah masih banyak kok sahabat yang mau melambatkan langkahnya dan menengok sekitar.

Erik said...

Peduli sangat dibutuhkan dalam hubungan antar manusia maupun dengan alam.
Ketidakpedulian mengakibatkan rusaknya hubungan antar manusia dan rusaknya alam

Achiles™ said...

Semakin banyak anak bangsa yang peduli dengan lingkungan sekitarnya , maka bangsa ini akan perlahan2 namun pasti akan bergerak maju selangkah demi selangkah..keren euy artikelnya..salut buat slankers kita yang 1 ini hehehehe...

- s L i K e R s - said...

Malem friend.. Kabar saya baik - baik saja.. Gimana kabar mu? Semoga baik - baik saja juga.. :D


Udah monyong blum bibirnya? hihihi.. :p

btw, kita blum tuker link nih.. Saya pasang link nya di blog saya ya...

Yopan Prihadi said...

Yaahh...kepedulian itu sangatlah indah...semua orang menginginkan terciptanya peduli terhadap lingkungan.
Ada pertanyaan menarik dari artikel ini...
Bagaimana jadinya jika semua masyarakat peduli terhadap lingkungannya, aturan, etika, bersosialisasi, dll...
Masihkah perlu undang-undang atau rambu lalu lintas yang mengaturnya!!

seno said...

Wah posting yang sangat bagus bro. Kepedulian terhadap lingkungan dan makhluknya. Salam dua jari. Tulisan ini sangat menggugah, dan memotivasi bagi yang mau merenung. Salam. Seno.

wirati said...

di jaman sekarang ini
kalau masih rasa peduli itu ada
sangat luar biasa.
Gmn caranya membangkitkan rasa peduli?

Bang Ir said...

luar biasa...betapa ada rasa di blog ini...

bojes said...

bener mas,peduli itu.......
buka mata,buka hati....

nita said...

ini yg disebut sikap egois, yg penting tujuan dan kehendaknya saja yg tercapai hingga sering melupakan sikap manusiawi thd orang lain

kayaknya setiap kita pernah deh melakukan hal ini, cuma dlm porsi yg berbeda2 tentunya. kita bukan malaikat, kan:)

Cebong Ipiet said...

diriku maksimal 40km/jam
krn saya di jalan yg saya pikirin justru saya pny keluarga mereka juga kalo lalai sedikit saja akan banyak yg merasa kehilangan

septian said...

Kepedulian pada sesama sudah sangat langka zaman sekarang ini..apa lagi di daerah perkotaan..semuanya hanya mengurus dirinya masing2..sudah seperti hutan rimba..

choen said...

yup... kepedulian akan sekitar memang sering terlupakan. thanks pencerahannya.

Kristina Dian Safitry said...

saya lagi belajar untul LEBIH peduli pada sekitar...

Fitriansyah said...

gimana dgn bersih itu indah bang??

muhammad arief said...

Sebenarya kesadaran itu sendiri yang sudah mulai luntur!!!!!

Nyante Aza Lae said...

peduli adalah wujud rasa turut memiliki, klo sudah punya prasaan itu..pasti semua aman!

jaloee said...

peduli..mirip iklan partai politik yach ..xixixiix

Anthony Harman said...

Kepedulian bisa bikin kita lebih care terhadap segala sesuatu

Rian Xavier said...

Kalau kita memiliki nurani, kita pasti peduli.

manusia biasa said...

berarti peduli itu = alon2 asal kelakon dong bos.....

sippppppppppppppppppppp.............. rasa peduli lahir dari hati jadi kalo manusia biasa perti kita tidak punya hati (nurani), wahhhhhhh peduli bukan lagi indah tapi susah......

nice post bos....

uNieQ said...

seepp mantap niyh... kepedulian membuat qt lebih berarti..

AiWY said...

Yup peduli itu memang indah. Seindah cahaya mentari yg peduli trhadap bumi. Seindah bulan yg masih peduli trhadap malam. Seindah bintang yg masih peduli trhadap langit gelap.

Salam kenal ya... Kunjungan pertama nih.

Panda said...

"Ketidakpedulian makin sempurna ketika sejumlah angan merayap memenuhi pikiran"

sastranya mulai keluar nih :)

Kios Info said...

jadi inget waktu di singapore. Di jalanan jarang ada polisi lalu lintas. dan hebatnya pas ada ibu2 nyebrang bawa kereta bayi, dr jauh mobil udah memperlambat kendaraan dan memberi jalan bangi penyeberang jalan. Kapan di Indo bisa begitu ya?

BloGendeng said...

Semuanya tergantung dari pribadi masing-masing dan mungkin semua motor dan mobil di Indonesia dibuat kecepatan max 60 km/jam saja hehe

Endonezya said...

ayo kita buang ke egoisan kita.....!!!

brigadista said...

Kalo anak bangsa ini melakukan satu hal yang berguna setiap hari,.. maka dapat dipastikan negeri ini akan maju,.. andai kepedulian itu hadir,.. maka tak ada jarak antara anak bangsa,.... betoel tidakkk???

mas Aan said...

lagi blogwalking nich..
salam kenal..


cuma mo kenalan aza.
salam
mas Aan
check this out friends
blogger tutorial
FREE PORTABLE SOFTWARE
FREE DOWNLOAD SOFTWARE

erwin said...

memang paling indah kalo kita punya sifat perduli.. :))

ziezie said...

dengan kita peduli pada orang lain maka orang pun akan peduli pada kita...mari gemar memberi

Post a Comment