Sok Tahu, Sok Cerdas

Pada jaman yang terus berkembang, penyakit merasa tahu dan paling cerdas punya tempat salurannya yang luar biasa. Seperti dunia pengamat dan dunia politisi, apalagi wartawan misalnya. Karena untuk profesi ini, pengetahuan, dalam batas tertentu, cukup diwadahi dengan ucapan dan retorika bicara. Padahal hidup adalah dunia nyata, bukan dunia omongan yang berbusa-busa. Disinilah mengapa, orang yang pandai bicara belum tentu pandai bekerja. Karena pengetahuan, akan menemukan pembenarannya di alam yang sesungguhnya, di alam kerja nyata.


Dalam sisi kehidupan lain yang lebih berdimensi sosial, kecerobohan dan sikap ’sok tahu’ bisa membunuh tidak saja satu orang. Bahkan bisa mencelakai dan membuat malu diri kita sendiri. Ngga percaya..? Nih ada cerita pendek yang lucu mengenai orang yang Sok tahu, Sok cerdas banget...


PERNAHKAH ANDA MENGALAMI KEJADIAN SEPERTI INI?

Tersebutlah Seorang Wartawan, dia sedang meliput peristiwa kecelakaan. Karena banyaknya orang yang mengerumuni lokasi kecelakaan, si Wartawan kesulitan menerobos untuk melihat korban dari dekat. Namun setelah beberapa saat memutar otak, akhirnya ia memperoleh ide yang brilian.
“Minggir … minggir semua. SAYA AYAH KORBAN!” ia berseru. “Saya minta jalan.”
Benar saja. Kerumunan itu membiarkan dia lewat. Semua mata terarah padanya. Dalam hati ia berbangga diri. “Berhasil juga ideku. Aku memang cerdas kok..!!!”
Ketika sampai di tengah kerumunan ia terpana melihat SEEKOR ANAK MONYET tergeletak tak berdaya di tabrak mobil.


kapok lo..!! Sok tahu banget..!!


Dalam konteks keimanan, bila mengaitkan kapasitas pengetahuan dan ilmu seseorang dengan kemampuan untuk takut kepada-Nya, maka sudah barang tentu kebalikannya, orang-orang yang bodoh dan miskin pengetahuan, berpeluang besar melakukan dosa dan maksiat kepada-Nya. Terlebih bila mereka bersikap pura-pura tahu atau merasa tahu dan merasa cerdas.

Aku sebenarnya ngga ingin membahas masalah ini, karena ngga ingin dikatakan sok tahu juga. He..he..he.. Introspeksi diri dan mengenali siapa kita itu jauh lebih penting, iya ngga..? lebih - lebih terhadap setiap interaksi dengan dunia luar. Sok tahu sebenarnya adalah “merasa sudah cukup berpengetahuan” padahal sebenarnya kurang tahu. dan yang menjadi pokok permasalahan, orang yang sok tahu biasanya tidak menyadarinya. Trus, bagaimana kita tahu bahwa kita ’sok tahu’? atau mudah mengenali orang yang sok tahu banget. Nih ciri - ciri sok tahu yang paling menonjol antara lain seperti dibawah ini

1. Ia sadar dan pesimis akan kemampuannya, tapi sebelum berusaha semaksimal mungkin Ia sudah lebih dulu berdalih dengan berbagai macam alasan - alasan.

2. Terlalu mengandalkan kemampuannya dalam mengingat-ingat, Ia enggan mencatat. Seolah-olah, otaknya adalah lemari baja yang isinya takkan hilang. Padahal, sifat lupa merupakan bagian dari ciri manusia.

3. Tidak merasa terdorong untuk menjadi ahli di bidang tertentu.

4. Terlalu yakin bahwa pasti pandangan dirinyalah satu-satunya yang benar, sedangkan pandangan yang lain pasti salah.

5. Sering Menutup Telinga dan Membuang Muka Bila Mendengar Pendapat Lain.

6. Selalu Menyatakan Pendapat Tanpa Dasar Yang Kuat.

7. Jika pendapatnya dikritik orang lain, Ia akan berusaha keras mempertahankan pandangannya dan balas menyerang balik pengkritiknya.

8. Enggan mencari celah-celah kelemahan di dalam diri sendiri atau kurang introspeksi diri.

9. Tidak mau tahu dengan orang lain yang ingin berargumentasi.

10.Gampang dan cepat mengeluarkan vonis serta tuduhan jika orang lain salah


Dengan mengenali ciri-ciri tersebut di atas, semoga kita masing-masing dapat melakukan introspeksi dan memperbaiki diri sehingga kita tidak menjadi orang yang sok tahu. Bagaimana menurut Anda? Masih adakah ciri - ciri lain yang lebih mengena?


46 komentar

Wakakakakakakkkk....rasain deh tuh si wartawan yang ngaku2 jadi ayah korban !

He.he..he..saya terkesan dengan cerita lucunya! Untung sang wartawan bukan Mas Ifell dan bukan saya sendiri....

Mau ikut gabung di KBP, ya..monggo silakan, kami terima dengan senang hati dan tangan terbuka. Silakan daftar di www.blogger-pahuluan.co.cc dan KBP akan segera online di www.pahuluan.org...ditunggu lho!!!

heheheh...ternyata si wartawan punya anak monyet toh? yg paling sebel sama orang yg udah sok tahu trus keras kepala, dan gak bisa dibilangin kalo omongannya salah

kurang satu bos ketika orang sok tau melakukan kesalah dia akan mengatakan "Itu bukan salah saya!!"....... OK

tapi ini post seru campur aduk jadi 1 keren boossss... keep smile n met week end..

orang yg sok tahu akan berakhir dengan tragis lah..seperti wartawan tadi..wkwkwkw..ada baiknya kita mencari info2 terlebih dulu baru berargumen..agar kita menjadi orang yang tahu..

hua ha ha dasar lu foel gubrakkk

Oke deh ... di zaman sekarang ini foel, pintar sudah menjadi tidak penting lagi, yang dibutuhkan itu orang yang Smart yaitu cerdas IQ nya, cerdas EQ nya dan cerdas SQ nya ...Kalo cuman pintar sih ya kayak si wartawan tadi he3 ...

Top posting foelll ...

boleh tuh mas cerita tentang wartawannya..
he..he..dah GR banget dia...
kadang emang susah menghadapi orang yang sok tau apalagi ditambah keras kepala...

ha....ha...ada2 aja nech

wah dapet pencerahan lagi nih... bisa jadi bahan intropeksi... makasih bang ifoel.

wah terima kasih Mas Ifoel. betul sekali apa yang ditulis Mas Ifoel. Saya belajar banyak dari postingan ini. Semoga saya bisa mengintropeksi diri.

Kasihan amat itu wartawan, pasti di tertawain banyak orang he.h.e. , saya juga ngakak ngebacanya he...h.e.. .

Salam Mas Ifoel. Nice post.

wekekkekekekek untung saya g ngaku2
beda spesies
yuuk mari bercermin diri dulu

xixixi malu amat ya wartawan...nasib nasib jadi wartawan sok tau.
semoga kita masing-masing selalu bersedia introspeksi dan melihat ke kedalaman diri.


salam kenal dari bunda

Ini dia yg namanya SOTOY, wekekekek.. :D

tu wartawan TV mana kalo boleh saya tau?/ wakakakak...

hahaha.......

Wartawan yg malang.......

wartawan kok bego wkwkwkwwee...memalukan terkadang sifat sok tau dan sok pintar itu..

Benar sekali cerita abang, manusia mungkin kecenderungannya ke arah sana

Waduh malunya jadi ayah monyet....malu...he he he he...

ini terjadi juga banyak pada para pengusaha/petinggi....yang ujungnya bisa korupsi...nice post bang..!

KIta diciptakan dengan 2 telinga dan 1 mulut. Hikmahnya berarti kita harus menjadi pendengar yang baik daripada pembicara yang berbusa-busa!

bro, bagi dunk foto2 monyet yg ketabrak? keknya seru tuhh..

@ Ani : Iya.. hehehe kapok lo....
@ Syam Idris : Untung ya Pak Guru.. ok deh.. thx.. I Will be join...
@ NIta : hehehehehe
@ Manusia Biasa : Benar juga ya..? thx dah menambahkan point satunya lagi...
@ Septian : Memang.. akan berakhir dgn tragis dan memalukan
@ Abang : iya Bang.. ESQ tu perlu...
@ Alca : dah GR, maksa lagi ya..?? hehehe
@ David : Kejadiannya Aneh ya.?? hehehe.. kok jadi nama blognya boss.. hihihi..
@ Choen : Teng kyu sama2...
@ Seno : Teng kyu Mas Seno...

salam kenal, boleh bertukar link. baru bisa bikin blog nih. saya pasang duluan yah :)

@ Cebong : So, jangan ngaku2 ya bong...hehehe..
@ BUnda : Iya BUnda.. Salam KEnal balik deh...
@ Slikers : ngga ngerti sotoy.. hihihihi..
@ Fitriansyah : ngga tau.. mungkin wartwan luar negeri..hihihi..
@ Kokoh : Iya bang...
@ Archiles : ya memalukan skali bang...
@ Mencobahidup : smoga kita ngga ya..??
@ Zulfahri : so, jgn sering main ke hutan ya..?? hehehe
@ Bang Ir : smoga g terjadi pada diri kita ya..??
@ Apipuzi : benar bang....
@ Nyata aza lae : g da tuh bang... hehehe..
@ Lukman : hehehe... karena sok tahu jadi punya anak monyet deh.. hhehehee

@ Boleh2.. Silahkan.. dengan senang hati.. salam kenal balik ya..??

sok tahu adalah salah satu pangkal dari kegagalan, karena orang sok tahu biasanya orang yang nggak tahu apa-apa

nice post,bro Ifoell. Membuka mata hhati semua orang.

Ngetawain sang wartawan. Sampe2 gak konsen baca artikelnya, bro

@ KIOS INFO : Benar bang...
@ BloGendeng : Smoga ya bro.... :-)
@ Anthony Harman : Jgn2 wartawannya sodara Mas Anton...hehehe.. Just kidding..

agak cerahan cerahan neh...! makasih info nya semoga sukses selalu

waaah tuh wartawan pasti kawin ama monyet ya,...hwakakakkk,....
tapi esensi postingannya keren,...

Hahahaha

you make me laugh because of this article thanks dude ^^

I can't imagine the journalist expression after knowing the real victim ^^ or the journalist married with a monkey?

haha

thanks due you make me smile in the morning ^^

peace and love
Red Dog

ulasan yang menarik, salam kenal dan ditunggu kunjungannya ke blog baru saya. Ditunggu mas iful.

wahh dalem banget mas ifoell, makasih pencerahannnya..

@ BUdi : Sukses slaloe juga bro....
@ Brigadista : hehehehe.. salahnya si Wartawan sok tahu banget...
@ Red Dog : Teng kyu...
@ Anton : ok deh.. slama kenal balik.. n langsung ke TKP
@ Arielz : sama2 friend...

hahaha... makanya jgn sok tau kalo gak tau :D

untung dia ngakunya cuman ayah korban.
coba kalo
"Minggir aku suami korban" nah lho??

hi hi hi....luccuuu!
btw, salam kenal ya.

@ Lyla : hehehe... ya iya lah...
@ Themohawk09 : hahahahahaaa.. iya ya.. gimana ya..?? pasti lebih malu lagi..
@ FATAMORGANA : xixixixi.. Lam Kenal balik..

makasih ya mas ifoel dah diingetin nih...semoga zie bisa banyak introspeksi diri

bagus .. sangat2 bagus untuk introspeksi diri.. happy blogging... nice post

Masalah hati emang susah ngilanginnya mas..kadang kita ngerasa gak tau kalo kita itu belum banyak tau

sok tau sok cerdas means what.....???

----merenung----

----merenung----

----merenung----

----merenung----



nice article thanks to reading your article to my knowledge has increased and hopefully this article can be useful for everyone :)
Cara mengobati amandel yang bengkak dan sudah parah

Stop Komentar SPAM
Berkomentarlah dengan Sopan
Salam Anak Bangsa
EmoticonEmoticon