Kisah Si Tabib dan Si Sinshe, Jika Tidak Sembuh Uang Kembali Tiga Kali Lipat

Tags

Alkisah pada zaman dahulu kala hiduplah sepasang sahabat yang hidupnya mewah. Satu berasal dari Cina dan satunya lagi berasal dari Arab.

Suatu ketika, kehidupan mereka dilanda musibah. Mereka kebingungan karena usaha mereka bangkrut menjelang 1 bulan perayaan Imlek. Mereka pun hidup melarat. Setelah memutar keras otak, mereka bersepakat membuka pelayanan kesehatan.

Maka demikianlah, saat moment Imlek, si cina membuka layanan kesehatan jadi Sinshe, dan si arab membuka layanan kesehatan menjadi Tabib.

Setelah satu bulan praktek, si Tabib tetap sepi pasien, namun si Sinshe mulai kebanjiran pasien. Si Tabib putar otak untuk melawan si Sinshe.


Maka si Tabib mengeluarkan jurus dengan memasang pengumuman di depan ruang prakteknya, agar layanan kesehatannya diminati masyarakat : “JIKA TIDAK SEMBUH, UANG KEMBALI TIGA KALI LIPAT”

Taktik itu ternyata manjur, pasien lalu berdatangan pada si Tabib. Giliran si Sinshe yang sewot karena tempat prakteknya menjadi sepi.

Dia pun lalu mencari akal, “Haiyaaa, lumayan kalo owe pula-pula sakit dan tidak sembuh, dapat uang tiga kali lipat lha…” (baca dengan logat cina ya).

Lalu ia mendatangi si Tabib. Sinshe : “Haiyaaa, tolong owe. Owe punya sakit mati lasa. Owe tidak bisa lagi lasain lasa setiap makanan yang owe telan, haiyaa...”

Tabib : “Ana fikir itu gamfaaaaaaaang ana sembuhkan....” Lalu si Tabib memanggil asistennya, "Hasaaannnn...!!! cefat ente bawa kesini obat nomor 14...”

Secepat mungkin si asisten yang bernama Hasan membawa obat nomor 14 dan oleh si Tabib diberikan kepada si Sinshe. Dan si Sinshe langsung menguyahnya, tapi sebelum menelannya si Sinshe hampir muntah karena obat nomor 14 tersebut.

Sinshe : “Haiyaaaaa, ini bukan obat lhaaa, tapi ini Tayi ayam....”

Tabib : “Ente betul. Itu tayi ayam. Berarti ente sudah sembuh dan tidak mati rasa lagi...”

Si Sinshe pulang dengan kesal karena kalah akal. Lalu ia kembali memutar otak berpikir mencari akal untuk mengalahkan si Tabib dan sekaligus dapat uang dari si Tabib tiga kali lipat. Maka kali ini si sinse kembali pura-pura sakit lupa yang sangat kronis.

Dia pun kembali seminggu kemudian Sinshe : “Haiyaaaa tabib, owe sakit lupa palah sekali. Owe lupa semua pelistiwa dan memoli owe. Haiyaaa, tolong owe...”

Tabib : “Gamfaaaaang. Ana fasti tolong ente dan ente fasti sembuh. Obat ana paling mujarab sekali kawan....”

Lalu seperti biasa si Tabib memanggil si Hasan sang asisten, “Hasaaaaann!! cefat ente bawa kemari obat nomor 14...”

Sinshe: “Haiyaaaa, owe tidak mau lagi makan tai ayaaaam. Haiyaaaaa… Owe tidak mau itu obat nomol 14…”

Si Tabib : “Alhamdulillah, berarti ente sudah sembuh. Daya ingat ente ternyata sudah kembali. Ente ingat obat nomor 14...”

Maka, pulanglah si Sinshe dengan menggerutu karena gagal terus mengibuli saingan bisnisnya.

***

Pesan Moral :
Jangan lihat apa yang orang lain dapat, jangan iri melihatnya bahagia, karena kita tidak pernah tahu ujian apa yang telah Allah letakkan dibahunya. Semua orang mempunyai takaran rezeki masing-masing sesuai kebutuhannya, bukan keinginannya. So, jangan iri terhadap rezeki orang lain. Mensyukuri apa yang telah Allah berikan terhadap kita adalah obat untuk tidak cemburu pada rezeki orang lain.



Sumber cerita : www.ayoketawa.com
Ayo Ketawa! Gudangnya Humor Indonesia

Stop Komentar SPAM
Berkomentarlah dengan Sopan
Salam Anak Bangsa
EmoticonEmoticon