7 Alasan Jujur dari Pria yang Memilih Bercerai dan Rela Meninggalkan Pernikahan Mereka, Penasaran?

Ketika berbicara tentang pernikahan, segala yang tadinya indah bisa menjadi bencana dan petaka jika tidak ada pihak yang mau mengalah dan menyelesaikan masalah. Ya, tentu saja, sebagian besar pernikahan memang bisa pulih dari ketidakbahagiaan, komunikasi, dan konflik yang lambat.

Namun, tidak sedikit juga pasangan yang mengalami komunikasi yang semakin lemah, ketidaksepakatan, dan konflik yang terus-menerus.

Dilansir dari laman huffingtonpost, berikut ini adalah beberapa alasan jujur mengapa pria meninggalkan pernikahan mereka.



Penasaran? Yuk simak ulasannya :


1. Tidak merasa dihargai

Pria ingin merasakan dan mengekspresikan cinta yang mereka miliki untuk pasangan. Namun, ketika seorang suami merasa kurang dihargai oleh seluruh keluarganya, ia cenderung akan menunjukkan kebencian daripada cinta.

Selain hubungan seksual dan emosional, salah satu syarat terbesar untuk menikah adalah mengenali bahwa hubungan sangat banyak tentang hal-hal duniawi. Pria yang tidak dihargai dan merasa kecewa dengan kenyataan pernikahan mereka berisiko mengalami perceraian.


2. Perdebatan tentang pengeluaran pasangan

Banyak pria yang mengaku tidak puas dengan keputusan keuangan pasangan mereka yang buruk. Hal ini khususnya ketika suami adalah pencari nafkah yang lebih tinggi di dalam sebuah rumah tangga atau hubungan pernikahan.


3. Ditipu

Ketika seorang pria meninggalkan pernikahannya karena perselingkuhan, hal ini bisa dikaitkan dengan banyak aspek. Tidak mungkin perselingkuhan terjadi di dalam pernikahan yang bahagia.


4. Tidak memiliki kesamaan dengan pasangan lagi

Setiap orang pasti berubah dan ini mengganggu ketika Anda berharap pasangan akan tetap sama. Faktanya adalah jika Anda menikah, maka Anda harus tumbuh bersama atau tumbuh terpisah, pilihlah.


5. Merasa tidak memadai

Kebanyakan pria yang merasa tidak bahagia karena mereka merasa tidak cukup dalam pernikahan tersebut. Ketika mereka terjebak dalam siklus negatif, mereka akan merasa sendirian dan mengkritik.

Dan semakin banyak seorang pria dikritik, semakin ia akan berpaling dari pernikahan. Ini siklus yang menyakitkan.


6. Seks terasa tidak menggairahkan atau tidak ada sama sekali

Ketika seorang pria mengeluh tentang kehidupan seksnya yang kurang, otomatis ia juga akan menganggap pasangan tidak lagi menarik secara fisik.


7. Kebutuhan tidak terpenuhi

Ketika sebuah pernikahan tiba pada perkelahian yang kasar, satu hal yang dibutuhkan adalah empati. Rasa putus ada bisa sangat menyakitkan dan itu merupakan racun dalam sebuah hubungan pernikahan, meningkatkan risiko perceraian.

Stop Komentar SPAM
Berkomentarlah dengan Sopan
Salam Anak Bangsa
EmoticonEmoticon