Hari ini :


Warkop DKI Reborn : Jangkrik Boss!

Film Warkop DKI Reborn bergenre komedi, merupakan garapan ulang dari Film grup lawak Warkop DKI yang digarap oleh Falcon Pictures. Pekan kemarin, aku berkesempatan menonton film komedi ini di XXI Manado Town Square (Mantos). Film ini menceritakan tentang kehidupan Dono, Kasino, Indro dimasa kini dengan pemeran pemeran baru namun karakter yang menjadi ciri khas tokoh tersebut tidak dihilangkan untuk menjaga ciri khas ketiga pentolan Warkop DKI, karenanya Warkop DKI Reborn menghidupkan rasa dan memanjakan para fans Warkop DKI.

Film ini menceritakan tentang keseharian trio yang selalu tertimpa kesialan. Ada Dono (Abimana Aryasatya) yang kelewat lugu, Kasino (Vino G. Bastian) yang sedikit licik, dan Indro (Tora Sudiro) yang terbiasa mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Tiga sekawan ini merupakan anggota chips, yang tugasnya adalah membantu polisi menyelesaikan berbagai masalah di masyarakat. Namun yang terjadi, ketiganya justru menambah masalah. Sebal dengan kelakuan tiga anggotanya, Bos CHIPS (Ence Bagus) lantas menugaskan ketiganya untuk memecahkan kasus pembegalan yang sedang marak terjadi.

Sophie (Hannah Al Rashid) seorang anggota Chips cabang Prancis yang cantik dan seksi, lantas diikutsertakan untuk membantu ketiganya. Trio Dono-Kasino-Indro, tentu saja girang bukan kepalang ditemani gadis cantik ini. Perjalanan mereka menangkap begal ini bahkan membawa keempatnya jauh ke Malaysia. Bagaimana mungkin trio berkantong kempes dan punya banyak utang ini bisa sampai ke Malaysia? Lantas, apakah misi mereka dalam menangkap begal akan berhasil?

Selain trio pemeran Dono Kasino Indro, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1, diramaikan oleh kemunculan sejumlah pemain pendukung lain, seperti aktris Malaysia Fazura, Nikita Mirzani, Arie Kriting, Tarzan, Agus Kuncoro, Ge Pamungkas, Mongol Stress, Henky Solaiman, Inggrid Widjarnarko, dan masih banyak lagi.

Tak hanya adegan slapstick khas Warkop DKI yang akan muncul di film ini. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 juga diselingi dengan kritik sosial, bahkan menerapkan konsep menerabas tembok keempat (breaking the fourth wall), yang terbilang masih cukup jarang dilakukan di sinema Indonesia.

Penasaran? Silahkan nonton aja di bioskop di kota Anda, Jangan nonton via VCD Bajakan ya? Hargailah karya anak bangsa.



Poskan Komentar

0 komentar:

Post a Comment

Stop SPAM Comments